Posted by: timtraining | April 29, 2011

PROBLEM SOLVING AND DECISION MAKING January 18-21, 2011 at Jogjakarta Instructor: Dr. Ayi Tejaningrum, M.Si

Pendahuluan Pemecahan masalah atau problem solving didefinisikan sebagai suatu proses penghilangan perbedaan atau ketidaksesuaian antara hasil yang diperolah dan hasil yang diinginkan ( Hunsaker , 2005 ) . salah satu bagian pari proses pemecahan masalah adalah pengambilan keputusan ( decision making ) , yang didefinisikan sebagai memilih solusi terbaik dari sejumlah alternative yang tersedia (Hunsaker , 2005) . pengambilan keputusan yang tidak tepat , akan mempengaruhi kualiatas dari hasil dari pemecahan masalah yagn dilakukan .Kemampuan untuk melakukan pemecahan masalah adalah keterampilan yang dibutuhkan oleh hamper semua orang dalam setiap aspek kehidupannya . jarang sekali seseorang tidak menghadapi masalah dalam kehidupan sehari-hari . pekerjaan seorang manager, secara khusus , merupakan pekerjaan yang mengandung unsur pemecahan masalah di dalamnya . bila tidak ada masalah didalam banyak organisasi , mungkin tidak akan muncul kebutuhan untuk mempekerjakan para manager . untuk itulah sulit untuk dapat diterima bila seorang yang tidak memiliki kompetensi untuk menyelesaikan masalah , menjadi seorang manager ( Whetten & Cameron , 2002 ) .

Ungkapan di atas memberikan gambaran yang jelas keda kita semua bahwa sulit untuk menghindari diri kita dari masalah , karena masalah telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam kehidupan kita ., baik kehidupan social , maupun kehidupan profesional kita . untuk itulah penguasaan atas metode pemecahan masalah  menjadi sangat penting , agar kita terhindar dari tindakan jump to conclusion , yaitu proses penarikan kesimpulan terhadap suatu masalah tampa melalui proses analisa masalah secara benar , secara didukung oleh bukti- bukti atau informasi yang akurat . ada kecenderungan bahwa orang-orang , termasuk para manager mempunyai kecenderungan alamiah untuk memilih solusi pertama yang masuk akl yang muncul dalam benak mereka ( March & Simon , 1958 ; March 1994 ; koopman , broekhuijsen , & weirdsma , 1998 ) . sayangnya , pilihan pertama yang mereka ambil sering kali bukanlah solusi terbaik . secar tipikal , dalam pemecahan , kebanyakan orang menerapkan solusi yang kurang dapat diterima atau kurang memuaskan , dibanding solusi yang optimal atau ideal ( Whetten & Cameron , 2002 ). Dengan masalah awal .

Sementar disisi lain , permasalahan yang ada pada perusahaan –perusahaan nampak semakin ketat da berat seiring dengan peta persaingan usaha yang sudah tidak ringan lagi , oleh sebab itu , kemahiran karyawan dalam proses pemecahan masalah dan pengambilan keputusan yang tepat menjadi hal yang mutlak dimiliki .

Maksud dan tujuan pelatihan

  • Peserta mampu menjelaskan arta pemecahan masalah dan mengambil keputusan , menjelaskan dan melakukan analisa perbandingan mengenai berbagai model strategi pemecahan masalah dan teknik pemecahan masalah secara kreatif ; sehingga mampu diaplikasikan dalam melakukan pemecahan masalah dan pengambilan keputusan .
  • Meningkatkan pemahaman peserta pelatihan terhadap berbagai macam tools yang dapat digunakan untuk pemecahan masalah dan pengambilan keputusan yang disesuaikan dengan tujuan dan situasi serta kendala dan potensi yang dimiliki .

Materi pelatihan

 

Hari ke 1

Materi Sub materi Tujuan
PembukaanIce breaking

Identifikasi masalah

  • Permainan siapa saya , haloo apa kabar , cha-cha bu cha-cha , 1,2,3 boom , dll
  • Mendefinisikan masalah secara akurat
  • Perbedaan antara fakta dan opini
  • Data objektif dan presepsi
  • Proses pengambilan data untuk pendukung masalah
Untuk mencairkan suasana pelatihan , sehingga terjali rasa kepercayaan , rasa kebersamaan dan kehangatan diantara pelatih dan dengan instruktur pelatihan .

Meningkatkan pemahaman peserta pelatihan akan mampu mendefinisikan masalah , membadakan antara masalah , opini , presepsi , pendapat umum dan fakta .

Pendekatan system dalam pemecahan masalahLangkah-langkah pemecahan masalah
  • Proses pemecahan masalah
  • Konsep system dan sub system
  • Keterkaitan antar sub system
  • Keterkaitan antar suatu masalah dengan masalah lainnya .
Meningkatkan pemahaman peserta bahwa masalah yang ada tidak berdiri sendiri tetapi merupakan satu kesatuan atau berhubungan erat dengan sub system lainnya dalam suatu organisasi

Hari ke-2 : teknik dan metode pemecahan masalah secara berkelompok

Materi Sub materi Tujuan
Teknik sumbangan saran / curah pendapatTeknik LFA (logical framework approach)
  • Menetapkan masalah
  • Proses atau siklus pemecahan masalah dengan teknik curah pendapat / sumbangan saran
  • Suasana kelas yang harus dibangun
  • Peralatan dan fasilitas yang harus dipersiapkan
  • Tool yang digunakan dalam teknik sumbang saran : diagram tulang ikan , bagan arus proses , analisis medan daya
  • Kesiapan untuk menjadi fasilitator teknik pemecahan masalah dengan curah pendapat
  • Keunggulan dan kelenahan teknik curah pendapat
  • Aplikasi pemecahan masalah dengan teknik ini
  • Konsep dan derajat LFA
  • Alat dan bahan yang harus disediakan
  • Keunggulan dan kelemahan metode LFA
  • Persyaratan menjadi fasilitator LFA
  • Aplikasi satu siklus pemecahan masalah dengan metode LFA
  • Hal yang harus dihindari dalam proses LFA
Meningkatkan pemahaman peserta pelatihan akan penggunaan metode curah pendapat atau sumbang saran dalam proses pemecahan masalah . mampu mengidentifikasi kelemahan dan kelebihan teknik ini .

Meningkatkan kemampuan peserta pelatihan untuk menjadi fasilitator dalam proses pemecahan masalah dengan menggunakan teknuk curah pendapat.

Meningkatkan pemahaman peserta pelatihan akan menggunakan metode LFA atau logical framework approach dalam proses pemecahan masalah. mampu mengidentifikasi kelemahan dan kelebihan teknik ini.

Meningkatkan kemampuan peserta pelatihan untuk menjadi fasilitator dalm proses pemecahan masalah dengan menggunakan teknik atau metode LFA .

Hari ke-3 / ke-4 :   metode SWOT analysis dan pengambilan keputusan dan tools  problem solving

Materi Sub materi Tujuan
SWOT analysisThe tools of problem solving
  • Konsep swot analysis
  • Keunggulan dan kelemahan
  • Proses pemecahan masalah dengan SWOT
  • Menetapkan EFAS (Eksternal Factor analysis summari )
  • Menetapkan IFAS (internal factory analysis summari )
  • Penetapan bobot dengan menggunakan metode delpin , dunn ranking atau the low of comparative djugment
  • PDCA program
  • DMAIC program
  • Diagram afinitas
  • Diagram amtrik
  • Diagram bidang kekuatan
  • Penilaian kiteria
  • Lembar periksa
  • Diagram pohon
  • Bagan arus berurut
Meningkatkan pemahaman peserta peltihan akan menggunakan SWOT  analysis dalam proses pemecahan masalah dan mampu mengidentifikasi kelemahan dan kelebihan teknik ini .Meningkatkan kemampuan peserta pelatihan untuk menjadi fasilitator dalam proses pemecahan masalah dengan manggunakan teknik SWOT analysis .

Peserta mengenali berbagai macam tool atau alat yangbisa membantu proses pemecahan masalah

Hari ke-4 : pengambilan keputusan

Decision makingPengembangan daya imajinasi dan kreatifitas dalam proses pengambilan keputusan dan problem solving .
  • Konsep decision making
  • Siklus DM
  • Penetapan alternative keputusan sebagai hasil problem solving
  • Evaluasi alternative pemecahan masalah
  • Memasukan unsure probabilitas dalam keputusan
  • Membangun diagram keputusan
  • Solusi dan tindak lanjut
  • Membangun daya kreatifitas
  • NLP program
  • Mainmapping program
  • Proses intuisisi
Meningkatkan pemahaman peserta pelatihan dalam pemanfaatan hasil proses pemecahan masalah yaitu dengan mengambil keputusan secara tepat dan berhasil guna bagi pengembangan organisasi.Meningkatkan daya imajinasi dan kreatifitas peserta peletihan dalam proses membangun kemampuan untuk memecahkan masalah dan mengambil keputusan terbaik dari masalah yang ada .

COURSE LEADER

Lulusan program Doktoral (S3) dari ITB, Bandung, Jurusan Teknik & Manajemen Industri. lebih dari 16 tahun (mulai tahun 1990) mengajar diperguruan tinggi (IKOPIN, STIE Ekuitas, Universitas Widyatama) dengan bidang kajian pada mata kuliah : Perilaku Organisasi, Perancangan produk, Manajemen Mutu, ISO 9000, Manajemen Bisnis, Statisiik, Teknik Proyeksi Bisnis, Ergonomi dan Teknik Tatacara Kerja, Manajemen Persediaan, Manajemen Produksi, Sistem Produksi, Pengenalan Bahan, Metode Kuantitatif, Analisis Data Survey, Statsitik, Pengantar aplikasi komputer dll.

Sejak Tahun 2000 sampai dengan sekarang aktif sebagai instruktur pelatihan bagi Karyawan PT. Pertamina (Persero), PT. PUSRI, Pupuk Kaltim, PT. Melamin, PT. Badak, PT. PLN (Persero), PT MEDCO E&P Indonesia, PT ARUN NGL. Dan pada berbagai jenis pelatihan khususnya bidang teknik dan manajemen industri. Sampai saat ini tercatat sudah lebih dari 170 kelas pelatihan pernah dilaksanakan dan bertindak sebagai instruktur utama.

General Information

Facilities

1.     Quality training material (hardcopy and softcopy)

2.     Quality training kits included calculator, T-shirt or jacket, cap, ect.

3.     Convenient training facilities with four star quality

4.     Morning and afternoon coffee / tea breaks and lunch for along the training

5.     Exclusive flash disk.

Tuition Fee & Registration  Deadline

IDR 8.750.000,-/ Person, Registration and parment deadline a weeks before training held.

For further information and registration please contact:

Mohammad Ramli     +62 852 17900 824/ timtraining.info@bogor.net


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: